Pemerintah Kota Pekanbaru mengumpulkan sejumlah distributor besar minyak goreng kemasan Minyakita di Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Senin (27/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk menelusuri penyebab lonjakan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pelaksana Harian Asisten II Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan mengonfirmasi produksi, ketersediaan, serta alur distribusi Minyakita di wilayah Riau, khususnya Pekanbaru.
“Pemko ingin mengetahui secara pasti penyebab melonjaknya harga Minyakita di pasar, makanya kita kumpulkan para distributor,” ujarnya.
Saat ini, harga Minyakita di Pekanbaru berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter, jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Selain mahal, pasokan minyak goreng tersebut juga sempat mengalami kelangkaan di pasaran.
Libatkan Bulog dan Produsen
Pertemuan ini digelar bersamaan dengan rapat koordinasi inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan dihadiri sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Wilmar Nabati Indonesia, serta PT Intibenua Perkasatama.
Perwakilan Wilmar Nabati Indonesia menyampaikan bahwa pada bulan sebelumnya hanya 35 persen produksi dialokasikan ke Bulog, sementara pada bulan ini seluruh produksi Minyakita dialihkan ke Bulog. Meski demikian, jumlah pasokan mengalami penurunan dari 35.000 dus menjadi 20.000 dus.
Sementara itu, pihak Bulog menjelaskan alokasi tersebut digunakan untuk program bantuan pangan serta stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), dengan harga distribusi sekitar Rp14.500 per liter.
Pemko Siapkan Penelusuran Bersama Satgas
Zulhelmi mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi. Ia menegaskan Pemko akan segera menurunkan tim bersama Satgas Pangan dan aparat kepolisian untuk menelusuri rantai distribusi Minyakita.
“Segera kita tindaklanjuti dengan memastikan alokasi di tingkat distributor dan bekerja sama dengan kepolisian,” tegasnya.
Pemko Pekanbaru berharap melalui langkah ini dapat diketahui secara jelas jalur distribusi Minyakita, sehingga penyebab kenaikan harga bisa diatasi dan kestabilan pasokan di pasar kembali terjaga.
