China akan Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Negara Timur Tengah Terdampak Konflik

Internasional175 Dilihat

Beijing (Riaunews.com) – Pemerintah China menyatakan akan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah negara di Timur Tengah yang terdampak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Bantuan tersebut akan diberikan kepada Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak seiring konflik yang kini memasuki minggu ketiga.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan perang tersebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius bagi masyarakat di kawasan tersebut.

“China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak. Diharapkan ini akan membantu meringankan penderitaan kemanusiaan yang dihadapi penduduk setempat,” kata Lin dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).

Ia menambahkan bahwa China akan terus berupaya mendorong perdamaian sekaligus mencegah meluasnya krisis kemanusiaan akibat konflik yang sedang berlangsung.

Dorong Deeskalasi Konflik

Pemerintah China sebelumnya juga telah menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran. Di sisi lain, Beijing juga mengkritik serangan balasan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Upaya diplomatik China juga dilakukan melalui utusan khususnya untuk Timur Tengah, Zhai Jun, yang mendorong deeskalasi konflik saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi dalam pembicaraan baru-baru ini.

Diplomat senior China, Wang Yi, turut menegaskan bahwa konflik tersebut seharusnya tidak pernah terjadi dan menyerukan penghentian pertempuran.

Sementara itu, pengumuman bantuan kemanusiaan tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump menunda rencana kunjungan ke Beijing di tengah meningkatnya konflik di kawasan.

Menurut Gedung Putih, Trump juga menekan China untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global, namun kini ditutup oleh Iran sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel.

Komentar