Warga Pekanbaru Diimbau Tidak Memberi Uang kepada Gepeng saat Ramadan

Pekanbaru, Sosial142 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Warga di Pekanbaru diimbau untuk tidak memberikan uang kepada gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kerap beraktivitas di sejumlah titik jalan selama Ramadan 1447 H.

Keberadaan gepeng dilaporkan meningkat terutama di persimpangan jalan serta kawasan pusat perbelanjaan. Mereka biasanya meminta belas kasihan dari pengguna jalan maupun pengunjung mal.

Salah satu lokasi yang menjadi titik aktivitas gepeng adalah kawasan Simpang SKA Pekanbaru. Di lokasi tersebut, sejumlah pengemis terlihat meminta-minta kepada pengendara maupun pejalan kaki.

Bahkan, beberapa di antaranya menjadikan area underpass Fly Over SKA sebagai tempat mengemis. Mereka meminta uang kepada pengunjung yang melintas menuju Mal SKA Pekanbaru dan Living World Pekanbaru.

Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa pemerintah kota tidak membenarkan aktivitas meminta-minta di jalanan.

“Yang sering meminta-minta di jalan, kami tidak benarkan itu,” kata Agung, Jumat (6/3/2026).

Ia mengakui masih ada gepeng yang terlihat di sejumlah ruas jalan di Pekanbaru. Namun menurutnya, aktivitas tersebut harus dihentikan karena berpotensi menimbulkan masalah.

Selain mengganggu arus lalu lintas, keberadaan pengemis di jalan juga dinilai membahayakan keselamatan pengendara.

“Kalau mengemis di jalanan bukan hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga membahayakan pengendara. Bisa saja menimbulkan kecelakaan,” jelasnya.

Agung juga menyebut telah memerintahkan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

Ia meminta langkah tegas dilakukan agar tidak ada lagi aktivitas mengemis di jalanan kota.

“Jangan sampai ada lagi yang meminta-minta di jalan, keberadaan mereka juga bisa memicu aksi kejahatan,” pungkasnya.

Komentar