TPA Muara Fajar Pekanbaru Akan Terapkan Teknologi Waste to Energy

Lingkungan, Pekanbaru116 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana menerapkan teknologi Waste to Energy (WTE) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar sebagai upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, teknologi tersebut akan memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah di TPA Muara Fajar untuk diolah menjadi energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga biogas.

Menurutnya, proyek ini diperkirakan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas sekitar 3 megawatt atau setara 20,5 juta kWh per tahun. Energi tersebut berasal dari gas metana yang selama ini terbentuk dari proses pembusukan sampah di area TPA.

Agung menjelaskan, proyek ini tidak akan membebani keuangan daerah karena dijalankan melalui skema kerja sama business to business (B2B) dengan investor, tanpa menggunakan anggaran APBD maupun biaya tipping fee dari pemerintah kota.

Ia juga mengapresiasi peran Polda Riau yang turut memfasilitasi kolaborasi berbagai pihak dalam merealisasikan proyek tersebut, mulai dari pemerintah daerah, investor, hingga kalangan akademisi.

Dengan penerapan teknologi Waste to Energy ini, Pemko Pekanbaru berharap dapat mengurangi volume sampah di TPA Muara Fajar secara signifikan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca di kota tersebut.

Komentar