Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat sebanyak 11 kabupaten/kota di Provinsi Riau telah mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak awal tahun 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 1.041,74 hektare.
Kepala BPBD Damkar Riau melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur, menyebutkan daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar mencapai 612,30 hektare, disusul Bengkalis 201,01 hektare, Indragiri Hilir 64,70 hektare, dan Siak 63,53 hektare. Sementara wilayah lain mencatat luasan lebih kecil seperti Dumai 30,52 hektare, Kampar 29,50 hektare, hingga Kuantan Singingi 1,50 hektare.
Selain luasan lahan terbakar, BPBD juga mendeteksi sebanyak 1.849 titik panas (hotspot) dan 128 titik api (fire spot) di berbagai wilayah terdampak. Meski demikian, karhutla yang terjadi dilaporkan telah berhasil dikendalikan oleh tim gabungan di lapangan.
Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api hingga perusahaan. Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah menetapkan status siaga darurat karhutla guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan di lapangan.
Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dilakukan di wilayah pesisir seperti Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Bengkalis. Hingga kini, tercatat sebanyak 7 ton garam telah disemai untuk memicu hujan buatan sebagai langkah mengurangi potensi kebakaran.







Komentar