Pekanbaru (Riaunews.com) – Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan fokus utama Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2026 adalah menjaga pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan di tengah tekanan fiskal daerah. Hal tersebut disampaikannya di Gedung Pauh Janggi Pekanbaru, Jumat (20/2/2026).
Ia mengatakan, Pemprov Riau harus memastikan stabilitas tetap terjaga sembari menuntaskan berbagai kewajiban keuangan yang sempat tertunda, seperti tunda bayar kepada pihak ketiga dan tunda salur anggaran ke kabupaten/kota.
Menurutnya, penyelesaian kewajiban tersebut menjadi prioritas agar roda pembangunan daerah tidak terganggu. Pemerintah menargetkan seluruh kewajiban dapat diselesaikan secara bertahap sepanjang tahun 2026 sesuai kemampuan keuangan daerah.
SF Hariyanto juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau atas sejumlah program yang belum maksimal dalam satu tahun terakhir. Ia menegaskan, pemerintah terus melakukan pembenahan, khususnya dalam tata kelola keuangan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk memperkuat kemandirian fiskal, Pemprov Riau membentuk tim optimalisasi PAD lintas instansi yang melibatkan DPRD dan Forkopimda. Selain itu, digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah juga diperkuat guna meningkatkan transparansi dan menekan potensi kebocoran.
Pemprov Riau menargetkan peningkatan PAD dari sektor pajak kendaraan, pajak bahan bakar, serta air permukaan. Dengan kemandirian fiskal yang semakin kuat, pemerintah optimistis dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Riau.







Komentar