Pekanbaru (Riaunews.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar habitat Harimau Sumatera, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Imbauan ini menyusul meningkatnya intensitas kemunculan satwa dilindungi tersebut yang terekam kamera warga di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataan resminya, Selasa (20/1/2026), SF Hariyanto menyebut pemerintah provinsi telah menerima laporan aktivitas harimau yang mulai mendekati kawasan aktivitas manusia. Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh situasi tersebut dan mengutamakan keselamatan jiwa, terutama saat bekerja di area perkebunan atau perbatasan hutan.
“Kami menerima laporan bahwa aktivitas Harimau Sumatera mulai terlihat di beberapa daerah. Kami meminta masyarakat untuk sangat waspada dan berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan,” ujar SF Hariyanto di Pekanbaru.
Ia juga menegaskan pentingnya mencari tempat perlindungan aman jika warga melihat keberadaan harimau secara langsung. Selain itu, SF Hariyanto mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sepihak yang melanggar hukum, seperti memasang perangkap jerat yang dapat membahayakan satwa tersebut.
Menurutnya, Harimau Sumatera merupakan satwa yang dilindungi undang-undang sehingga tindakan melukai atau membunuhnya dapat berujung pada sanksi pidana berat. Ia meminta warga melaporkan setiap temuan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur tanpa melukai satwa.
Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Provinsi Riau akan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk memetakan titik kemunculan harimau dan menurunkan tim penanganan konflik. Berdasarkan data hingga pertengahan Januari 2026, setidaknya tiga peristiwa kemunculan Harimau Sumatera tercatat di Siak dan Pelalawan, yang mendorong pemerintah mempercepat upaya pencegahan demi menghindari korban jiwa dan menjaga kelestarian satwa di Bumi Lancang Kuning.







Komentar