Pekanbaru (Riaunews.com) – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa Kota Pekanbaru memiliki peran strategis sebagai barometer pembangunan di Provinsi Riau dan harus dikelola secara serius serta berkelanjutan. Hal itu ia sampaikan dalam acara silaturahmi bersama ketua RT dan RW dari tujuh kecamatan di rumah dinas wali kota, Minggu (15/2/2026).
Menurut Agung, Pekanbaru bukan hanya milik masyarakat setempat, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Riau sebagai ibu kota provinsi. Karena itu, penataan kota harus dilakukan secara optimal agar mencerminkan wajah pembangunan daerah.
Ia menyebut salah satu capaian penting Pemerintah Kota Pekanbaru adalah keberhasilan mencatatkan surplus pendapatan daerah pada tahun lalu. Kondisi tersebut menjadi tonggak sejarah setelah hampir dua dekade sebelumnya Pekanbaru selalu berada dalam posisi defisit anggaran.
Agung menjelaskan surplus pendapatan daerah tersebut mendekati angka Rp200 miliar. Dampak positifnya langsung dirasakan aparatur sipil negara di lingkungan Pemko Pekanbaru yang kini menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) penuh selama 14 bulan dalam setahun, setelah sebelumnya hanya delapan hingga sepuluh bulan.
Ia juga menekankan perubahan etos kerja jajaran pemerintah daerah, mulai dari sekretaris daerah hingga pegawai di tingkat bawah. Rapat hingga larut malam bahkan di hari libur menjadi hal yang lumrah untuk memastikan pelayanan publik dan pembangunan kota berjalan optimal.
Selain ASN, peningkatan kesejahteraan juga dirasakan pegawai non-ASN. Agung menyebut sekitar 80 persen gaji pegawai tahun ini mengalami kenaikan, bahkan tidak ada lagi pegawai yang menerima penghasilan di bawah Rp2 juta per bulan. Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kinerja pegawai yang dinilai bekerja secara maksimal.







Komentar