Rektor UWM: Daya Beli Jadi Kunci Ketahanan Pangan Berkelanjutan di DIY

Yogyakarta (Riaunews.com) – Stabilitas ekonomi dan penguatan daya beli masyarakat menjadi faktor penentu utama dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Staf Ahli Pemerintah Daerah se-DIY yang digelar di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (10/2). Sejumlah pejabat daerah dan praktisi turut hadir dalam forum tersebut.

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam paparannya menegaskan bahwa ketersediaan pangan di pasar tidak otomatis menjamin ketahanan pangan tanpa didukung daya beli masyarakat. “Ketersediaan pangan hanyalah salah satu aspek. Tanpa daya beli, potensi pemenuhan kebutuhan pangan tidak akan terealisasi,” ujarnya.

Meski pertumbuhan ekonomi DIY pada 2025 mencapai 5,49 persen dan melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen, persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan. Hingga September 2025, jumlah penduduk miskin tercatat 422,79 ribu orang atau 10,08 persen. Kantong kemiskinan masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah seperti Gedangsari dan Tepus di Gunungkidul serta kawasan perbukitan Menoreh di Kulon Progo.

Selain itu, DIY juga masih menghadapi ketergantungan pasokan dari luar daerah untuk sejumlah komoditas pokok seperti beras dan hortikultura, termasuk bahan baku industri seperti nangka untuk gudeg. Secara nasional, nilai impor pangan pada 2025 diperkirakan mencapai US$10 miliar. Kondisi ini diperparah dengan alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan serta menurunnya minat generasi muda bekerja di sektor pertanian.

Sebagai solusi, Pemprov DIY mengedepankan program Lumbung Mataram dengan pendekatan management by culture yang mengintegrasikan produksi, penyimpanan, dan distribusi pangan berbasis kearifan lokal. Prof. Edy menekankan, penguatan ketahanan pangan harus dibarengi pertumbuhan ekonomi berkualitas, pengendalian inflasi, serta optimalisasi APBD guna menjaga keterjangkauan pangan bagi kelompok rentan. Dengan sinergi kebijakan ekonomi dan nilai lokal, DIY diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan yang lebih mandiri.

Komentar