Distribusi Film Jadi Tantangan Utama, PFN Soroti Minimnya Layar Bioskop Nasional

Jakarta (Riaunews.com) – Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) Riefian Fajarsyah menyoroti persoalan distribusi film sebagai tantangan paling nyata industri perfilman Indonesia. Ia menilai keterbatasan jumlah dan sebaran layar bioskop menghambat film nasional menjangkau masyarakat secara merata.

Hal tersebut disampaikan Ifan Seveenteen saat Rapat Panja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026). Menurutnya, ketimpangan akses layar dirasakan tidak hanya oleh rumah produksi swasta, tetapi juga oleh PH milik negara.

Ifan mengungkapkan, Indonesia idealnya memiliki sekitar 20 ribu layar bioskop. Namun, hingga kini jumlah layar yang tersedia baru sekitar 2.400 unit, dengan target realistis minimal 10 ribu layar secara nasional.

Selain jumlah, sebaran layar juga dinilai belum merata. Ifan menyebut hanya sekitar 25 hingga 30 persen kabupaten dan kota di Indonesia yang memiliki fasilitas bioskop.

Sebagai langkah awal, PFN menyiapkan pendirian bioskop negara pertama bernama Sinewara di kawasan Otista, Jakarta. Proyek ini diharapkan menjadi percontohan sekaligus pemicu bagi daerah lain untuk mengembangkan bioskop serupa.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong pemerintah daerah berperan aktif memproduksi dan mendistribusikan film potensi wilayah. Ia juga mengusulkan pemanfaatan ruang sederhana sebagai bioskop kampung guna memperluas akses tontonan film tanpa penjualan tiket, khususnya bagi masyarakat di daerah.

Komentar