Siak (Riaunews.com) – Bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, diketahui belum pernah mendapatkan anggaran pemeliharaan sejak selesai direvitalisasi pada 2019. Fakta ini terungkap menyusul insiden robohnya bordes tangga lantai dua yang melukai puluhan siswa SD saat kegiatan studi wisata.
Revitalisasi Tangsi Belanda rampung pada 2019 oleh Balai Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan nilai Rp5,2 miliar. Aset bangunan tersebut kemudian diserahkan pengelolaannya kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Siak pada 2020, yang kini menjadi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora).
Kepala Disbudparpora Kabupaten Siak, Syafrizal, mengakui pihaknya belum pernah menganggarkan pemeliharaan fisik bangunan cagar budaya tersebut. Selama ini, kata dia, pengelolaan hanya difokuskan pada pemanfaatan sebagai destinasi wisata, sementara perawatan terbatas pada pemeliharaan ringan seperti pengecatan.
Syafrizal menjelaskan, pemeliharaan berat yang menyangkut struktur bangunan harus melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum serta rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Ia menyebut, pasca insiden, pihaknya bersama TACB dan Dinas PU telah melakukan peninjauan untuk menilai kelayakan pengajuan bantuan rehabilitasi kembali ke BPIW Kementerian PUPR.
Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak menutup sementara seluruh destinasi wisata yang memiliki lantai dua, termasuk Tangsi Belanda, Istana Siak, dan Balai Kerapatan Adat. Penutupan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, sementara lantai satu tetap dibuka untuk pengunjung.
Mantan Kepala Dinas PU Siak, Irving Kahar Arifin, menilai insiden ini menunjukkan lemahnya perhatian terhadap perawatan bangunan cagar budaya. Ia menegaskan, bangunan bersejarah semestinya menjalani pemeriksaan dan pemeliharaan berkala minimal dua tahun sekali, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, guna menjamin keselamatan pengunjung dan keberlanjutan warisan sejarah.







Komentar