Denmark (Riaunews.com) – Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen bersama Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt mengusulkan pembentukan misi aliansi di kawasan Arktik dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Senin (19/1).
Poulsen mengatakan usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerangka kerja keamanan kolektif di kawasan Arktik. Ia berharap NATO dapat mengembangkan mekanisme yang jelas terkait pelaksanaan misi tersebut. “Kami membahas hal ini dan juga mengusulkannya. Saya berharap kami dapat mengembangkan kerangka kerja tentang bagaimana hal ini dapat dijalankan,” ujar Poulsen, dikutip stasiun televisi DR.
Menanggapi misi pengintaian NATO yang saat ini berlangsung di Greenland, Poulsen menegaskan bahwa misi tersebut tidak ia anggap sebagai sebuah kesalahan. Menurutnya, kehadiran NATO justru menunjukkan perhatian serius terhadap dinamika keamanan di wilayah strategis tersebut.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa kawasan Arktik, termasuk Greenland, memiliki peran penting dalam keamanan kolektif aliansi. Ia menekankan pentingnya peningkatan investasi pada kemampuan-kemampuan pertahanan utama serta kerja sama berkelanjutan antarnegara anggota.
Sejumlah negara Eropa anggota NATO diketahui telah mengerahkan pasukan ke Greenland untuk berpartisipasi dalam misi pengintaian yang dipimpin Denmark. Langkah ini merupakan bagian dari upaya NATO memperkuat kehadiran militernya di kawasan Arktik.
Greenland yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark belakangan menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan keinginannya agar pulau tersebut menjadi bagian dari AS. Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland pun menegaskan penolakan atas gagasan tersebut serta meminta kedaulatan wilayah mereka dihormati.







Komentar