Siak (Riaunews.com) – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyuarakan ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang diterima Kabupaten Siak dalam forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Senin (19/1/2026). Pada 2026, Siak hanya memperoleh sekitar Rp7,5 miliar meski menjadi salah satu daerah penghasil sawit nasional.
Afni menegaskan, dengan luasan kebun sawit lebih dari 300.000 hektare, kontribusi Siak terhadap sektor perkebunan nasional seharusnya diimbangi dengan DBH yang lebih adil dan proporsional. Menurutnya, angka yang diterima saat ini belum mencerminkan peran strategis daerah.
Ia menyebut sektor sawit sebagai penopang utama perekonomian masyarakat Siak, terutama di wilayah perdesaan. Aktivitas produksi dan distribusi sawit menjadi sumber penghidupan utama warga, sehingga membutuhkan dukungan serius dari pemerintah pusat.
Salah satu dukungan yang dinilai mendesak adalah pembangunan infrastruktur jalan. Afni mengapresiasi pembangunan tiga ruas jalan dari DBH Sawit 2025, namun menyebut kebutuhan akses jalan perkebunan di Siak masih lebih dari 130 kilometer.
Selain DBH, Afni juga memperjuangkan aspirasi petani sawit rakyat di Kecamatan Koto Gasib yang terkendala program replanting karena kebun berada di kawasan gambut. Ia menilai diperlukan kebijakan khusus agar peremajaan sawit tetap berjalan tanpa melanggar aturan lingkungan.
Afni menambahkan, hasil pertemuan APKASI akan ditindaklanjuti dalam agenda lanjutan di Jakarta bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Ia berharap ada solusi konkret terkait peningkatan DBH Sawit, pembangunan infrastruktur, dan percepatan replanting sawit rakyat di Kabupaten Siak.
