Pansus DPRD Riau Soroti Ketidakhadiran Perusahaan dalam Rapat Pendapatan Daerah

Pekanbaru (Riaunews.com) – Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau menyoroti ketidakhadiran sejumlah perusahaan dalam rapat yang digelar bersama dewan. Dari 12 perusahaan yang diundang, beberapa di antaranya tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

Wakil Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim, menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak kooperatif, salah satunya PT Sumatera Riang Lestari.

“Ketidakhadiran tanpa informasi menjadi perhatian serius bagi kami. Karena ini menyangkut itikad baik dan tanggung jawab perusahaan terhadap kewajiban yang ada,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Dinilai Tidak Kooperatif

Azmi menilai, ketidakhadiran tanpa penjelasan menimbulkan pertanyaan terkait komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah.

Pansus, kata dia, akan menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah lanjutan terhadap perusahaan yang dinilai tidak patuh.

Soroti Pajak Air dan BBM

Rapat tersebut membahas kontribusi perusahaan terhadap pendapatan daerah di tengah kondisi ekonomi Riau yang tengah defisit.

Sejumlah sektor menjadi sorotan, di antaranya pajak air permukaan yang wajib dibayarkan perusahaan sesuai pemanfaatan sumber daya air.

Selain itu, Pansus juga menyoroti pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal, meskipun banyak perusahaan di Riau menggunakan bahan bakar dalam operasionalnya.

DPRD Riau berharap perusahaan dapat lebih kooperatif dalam memenuhi kewajiban agar optimalisasi pendapatan daerah dapat tercapai.