China Kirim Sinyal Keras ke AS, Selidiki Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta

Internasional, Tekno224 Dilihat

Beijing (Riaunews.com) – Pemerintah China mengirimkan peringatan tegas kepada perusahaan teknologi Amerika Serikat agar tidak membajak talenta dan teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Negeri Tirai Bambu. Sinyal keras itu tercermin dari dibukanya penyelidikan atas rencana akuisisi startup AI Manus oleh Meta.

Mengutip Business Insider, Kementerian Perdagangan China mengonfirmasi tengah menelusuri apakah akuisisi tersebut melanggar hukum dan regulasi pengendalian ekspor teknologi. Penyelidikan ini dilakukan meski Manus telah memindahkan basis operasionalnya dari China ke Singapura pada pertengahan 2025.

Manus merupakan startup AI yang diluncurkan pada Maret oleh studio produk AI Butterfly Effect. Perusahaan ini sempat menyedot perhatian global setelah mengklaim mampu mengembangkan agen AI serbaguna yang dapat menjalankan berbagai tugas dengan pengawasan manusia minimal. Pada Desember 2025, Meta mengumumkan rencana mengakuisisi Manus dengan nilai transaksi dilaporkan melampaui US$2 miliar.

Sejumlah analis menilai langkah Beijing tidak semata menyoal satu transaksi bisnis. China disebut ingin membendung praktik “Singapore washing”, yakni strategi memindahkan perusahaan ke Singapura untuk menghindari pengawasan regulasi China. Praktik serupa juga dilakukan sejumlah perusahaan besar seperti ByteDance dan Shein.

Analis senior Mercator Institute for China Studies, Wendy Chang, menilai penyelidikan ini bertujuan menahan aliran keluar teknologi dan talenta AI ke luar negeri, terutama ke Amerika Serikat. Menurutnya, Beijing ingin memastikan keunggulan AI nasional tidak berpindah melalui akuisisi asing.

Komentar