PBB: Lebih dari Separuh Warga Gaza Masih Butuh Bantuan Tempat Penampungan

Internasional, Sosial125 Dilihat

Gaza (Riaunews.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan lebih dari satu juta orang di Jalur Gaza, atau sekitar satu dari dua penduduk, masih sangat membutuhkan bantuan tempat penampungan (shelter). Hal tersebut disampaikan Kantor Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB pada Jumat (2/1/2026).

Kebutuhan shelter masih tinggi meskipun ribuan tenda, ratusan ribu terpal, serta berbagai perlengkapan darurat lainnya telah didistribusikan para pekerja kemanusiaan sejak gencatan senjata diberlakukan di wilayah tersebut.

Mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), PBB menyebut para pekerja kemanusiaan terus memprioritaskan bantuan bagi keluarga paling rentan. Kondisi musim dingin yang ekstrem menyebabkan ratusan ribu warga Palestina menderita akibat tenda darurat yang rusak oleh hujan, angin kencang, dan gelombang air laut.

Selain persoalan tempat tinggal, sektor air, sanitasi, dan kebersihan juga menghadapi tantangan serius. Mitra PBB kesulitan mengelola sampah padat akibat terbatasnya akses ke lokasi pembuangan, kerusakan infrastruktur, serta kekurangan bahan bakar, sehingga volume sampah yang menumpuk terus meningkat.

Meski demikian, tim yang didukung Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dilaporkan berhasil membersihkan sekitar 1.000 ton sampah padat setiap bulan sejak gencatan senjata. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak serta keluarga di Gaza.

Sementara itu, Program Pembangunan PBB (UNDP) menyebut pengelolaan sampah padat menjadi salah satu layanan yang paling terdampak. Dalam pernyataan terpisah, Komite Tetap Antarlembaga PBB juga mendesak otoritas Israel untuk meninjau ulang rencana pelarangan sejumlah organisasi nonpemerintah internasional, karena peran mereka dinilai krusial bagi kelangsungan operasi kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki.

Komentar