Pekanbaru (Riaunews.com) – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan komitmennya dalam menangani anak yang mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan. Ia menargetkan Kota Pekanbaru dapat mencapai zero anak stunting melalui langkah-langkah kolaboratif yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha.
Agung menyebutkan, pada tahun 2026 penanganan stunting direncanakan tidak lagi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru. Pemerintah kota akan membuka donasi secara terbuka bagi masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak stunting.
“Kami tidak lagi menggunakan APBD, tapi membuka donasi secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang punya kelebihan rezeki,” kata Agung, Jumat (2/1/2026).
Selain masyarakat umum, Pemko Pekanbaru juga menggandeng badan usaha untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Perusahaan dapat menyalurkan dana melalui donasi guna memberikan asupan gizi bagi anak hingga terbebas dari stunting.
Agung mengungkapkan, salah satu pihak yang telah menyatakan dukungan adalah PT Angkasa Pura II. Pemko berencana membentuk Badan Stunting Kota Pekanbaru yang secara khusus mengelola donasi dan program penanganan stunting secara terarah dan transparan.
Berdasarkan pendataan tahun 2025 yang dilakukan Pemko Pekanbaru bersama kader Posyandu, tercatat ribuan balita mengalami stunting atau gizi buruk. Sebagai tindak lanjut, pemerintah kota akan mendistribusikan vitamin serta makanan tambahan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mendukung upaya penanganan stunting.







Komentar