Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan berbagai instansi terkait dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar kepala daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan longsor.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pihaknya siap memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah pusat, Rabu (31/12).
Menurut Markarius, rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam pertemuan itu, daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan BMKG, curah hujan di Kota Pekanbaru masih cukup tinggi dan diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Menghadapi situasi itu, Pemko Pekanbaru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Kesiapan personel, peralatan, serta upaya mitigasi bencana menjadi fokus utama pemerintah kota.
“Kita juga terus mengecek kesiapan, baik personel, peralatan, maupun mitigasi bencana, agar dampak banjir dan longsor dapat diminimalkan,” tutup Markarius.







Komentar