Warga Kampar Diintimidasi Usai Kritik MBG, DPRD Riau Turun Tangan

Kampar, Utama350 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan Kampar, Edi Basri, menyoroti kasus dugaan intimidasi terhadap warga Kabupaten Kampar yang mengkritik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa warga tidak boleh mendapat tekanan hanya karena menyampaikan keluhan terkait program pemerintah.

Edi Basri menyampaikan sikap tersebut saat mengunjungi langsung Nurul Oriana, ibu rumah tangga di Kampar yang viral setelah mengaku mendapat intimidasi usai memprotes menu MBG. Ia menyebut tindakan intimidasi itu sebagai pelanggaran terhadap hak warga negara untuk menyampaikan pendapat.

Menurut Edi Basri, kritik masyarakat terhadap MBG justru penting sebagai bentuk pengawasan publik. Ia menilai warga berhak mempertanyakan kualitas dan kesesuaian menu MBG karena program tersebut menggunakan anggaran negara yang besar dan ditujukan untuk kepentingan anak-anak.

Selain itu, Edi Basri menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan ini. Ia meminta agar tidak ada ancaman yang berdampak pada hak anak untuk bersekolah maupun menerima manfaat MBG secara layak hanya karena orang tua menyuarakan kritik.

Edi Basri menilai kasus intimidasi ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Ia menekankan bahwa program tersebut bukan sekadar pembagian makanan, melainkan upaya pemenuhan hak gizi anak yang wajib dilindungi negara.

Dalam kunjungan tersebut, Edi Basri juga meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pulau Sarak dan mengumpulkan sampel menu MBG sebagai bahan laporan. Ia menambahkan bahwa Partai Gerindra telah menginstruksikan seluruh kadernya di Kampar untuk ikut mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan transparan dan bebas dari intimidasi terhadap warga.

Komentar