Iphone 17 Pro Laris Manis di Gaza, Jadi Sorotan Ditengah Krisis Kemanusiaan

Gadget, Internasional178 Dilihat

Gaza (Riaunews.com) – Penjualan ponsel premium iPhone 17 Pro dilaporkan meningkat di Jalur Gaza, memunculkan sorotan di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Laporan NBC News menyebutkan, sebagian besar pembeli perangkat tersebut justru berasal dari kalangan pengungsi dan tunawisma yang hidup dalam kondisi serba terbatas.

Melansir Phone Arena, Minggu (28/12/2025), iPhone berbasis iOS itu disebut telah beredar di Gaza selama beberapa bulan terakhir. Surat kabar Uni Emirat Arab, The National, mengutip pernyataan warga Palestina yang mempertanyakan fenomena tersebut, mengingat masih banyak kebutuhan mendesak seperti makanan dan tempat tinggal yang belum terpenuhi.

Laporan tersebut menyebutkan, ukuran iPhone 17 Pro yang relatif kecil membuatnya lebih mudah masuk ke Gaza dibandingkan barang kebutuhan lain seperti bahan bangunan atau susu formula bayi. Kondisi ini dinilai menimbulkan dilema prioritas, karena ponsel pintar justru lebih mudah diakses dibandingkan kebutuhan dasar masyarakat.

Harga ponsel di Gaza dilaporkan sangat tinggi. Bahkan perangkat dengan spesifikasi rendah dapat dijual hingga 5.000 shekel atau sekitar 1.500 dolar AS, setara kurang lebih Rp 25 juta. Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan harga pasar di negara lain.

Fenomena ini juga menimbulkan pertanyaan terkait kebijakan masuknya perangkat komunikasi ke Gaza. Jurnalis Palestina Hamza Al Shobaki menyoroti aspek keamanan, mengingat Israel memiliki rekam jejak penggunaan sistem komunikasi untuk pengawasan dan pengumpulan intelijen. Di sisi lain, Israel membatasi jaringan seluler di Gaza hanya hingga 2G.

Meski menuai kritik, ponsel pintar tetap dianggap penting bagi warga Gaza untuk mengakses informasi, pendidikan, dan komunikasi darurat. Peneliti University of Cambridge, Mona Jebril, menilai paradoks ini bukan hal baru, namun semakin mencolok akibat kehancuran besar-besaran dan pembatasan ketat yang membuat kepemilikan ponsel menjadi kebutuhan vital di tengah krisis.

Komentar