Pekanbaru (Riaunews.com) – Raksasa kendaraan listrik (EV) asal China, BYD, semakin mempersempit jarak antara pengisian bahan bakar mobil bensin dan pengisian daya mobil listrik. Sebuah video terbaru memperlihatkan salah satu EV BYD mampu menambah jarak tempuh hampir 400 kilometer hanya dalam waktu lima menit pengisian daya.
CEO BYD Wang Chuanfu mengatakan solusi utama untuk mendorong adopsi EV adalah menghadirkan kecepatan pengisian setara mobil bensin. Hal itu disampaikannya saat peluncuran Super e-Platform pada Maret lalu. Menurutnya, teknologi ini dirancang untuk mengatasi “charging anxiety” atau kecemasan pengemudi terhadap waktu pengisian daya.
Super e-Platform merupakan arsitektur tegangan tinggi 1000V full-domain pertama yang diproduksi massal untuk kendaraan penumpang. Teknologi ini memungkinkan transfer energi jauh lebih cepat dan efisien. Bersamaan dengan itu, BYD juga memperkenalkan Flash Charging Battery dengan arus pengisian hingga 1.000 ampere dan tingkat pengisian 10C.
Kombinasi tersebut memungkinkan daya pengisian mencapai 1 megawatt (1.000 kW). BYD mengklaim sistem ini mampu mengisi ulang jarak tempuh hingga 400 km (standar CLTC) hanya dalam lima menit. Kendaraan pertama yang menggunakan platform ini adalah Han L dan Tang L, yang dipasarkan mulai 219.800 yuan.
BYD menyebut sedan Han L dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam enam menit, sementara pengisian penuh membutuhkan sekitar 20 menit. Sementara itu, SUV Tang L mampu menambah jarak tempuh sekitar 370 km dalam lima menit, dengan waktu pengisian penuh sekitar 30 menit.
BYD menegaskan target akhirnya adalah menyamakan waktu pengisian EV dengan waktu pengisian bahan bakar mobil bensin. Setelah diterapkan di China, BYD berencana membawa teknologi Flash Charging ini ke Eropa dan pasar global lainnya, yang dinilai berpotensi menjadi game changer bagi industri kendaraan listrik dunia.







Komentar