Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis Masih Terjadi, Antrean Panjang Belum Terurai

Bengkalis272 Dilihat

Bengkalis (Riaunews.com) – Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar, serta BBM nonsubsidi Pertamax, masih dirasakan warga Pulau Bengkalis meski sudah berlangsung lebih dari sepekan. Antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU hingga penjual eceran, diduga akibat terganggunya distribusi karena penyeberangan Ro-Ro Bengkalis yang sempat hanya dilayani satu kapal.

Pantauan di lapangan pada Ahad (21/12/2025), antrean kendaraan masih mengular di SPBU Jalan Lembaga dan Jalan Bantan, Kota Bengkalis. Warga mengaku harus menunggu sejak pagi hari tanpa kepastian mendapatkan BBM. “Kami antre dari pagi, sampai siang belum tentu dapat Pertalite,” ujar Saleh, warga Senggoro.

Kelangkaan ini memicu kepanikan warga. Selain sulit diperoleh, harga BBM eceran dilaporkan naik hingga Rp13 ribu per liter dan pembelian dibatasi. “Kalau pun dapat, cuma dua liter untuk motor. Antre lama, dekat giliran malah habis,” keluh Saleh.

Keluhan serupa disampaikan Andi yang mengaku harus berkeliling memantau SPBU dan pengecer untuk mendapatkan BBM. Banyak POM Pertamini dan warung eceran tutup, sementara jika tersedia, harganya lebih mahal dari harga resmi.

Sementara itu, pengelola SPBU Jalan Lembaga menyebut distribusi BBM kini mulai lancar setelah kendala penyeberangan Ro-Ro teratasi. Penjualan kembali dibuka setiap hari dengan prioritas masyarakat umum dan tanpa melayani jeriken atau drum.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkalis, Zulfan, mengatakan kondisi pasokan BBM mulai stabil dan tidak ada pengurangan kuota. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, ia memastikan ketersediaan BBM di Pulau Bengkalis akan terus dipantau agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Komentar