Tren Kopi Susu Gula Aren Masih Dominasi Kopi Keliling di Pekanbaru

Lifestyle, Pekanbaru105 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Popularitas kopi di kalangan generasi muda terus meningkat seiring berkembangnya budaya kedai kopi dan perubahan pola konsumsi. Di Indonesia, khususnya di Kota Pekanbaru, tren kopi gelombang keempat ditandai dengan maraknya kopi lokal berkualitas dan minuman kopi susu berbasis es dengan cita rasa yang disesuaikan selera lokal.

Salah satu minuman yang paling digemari adalah kopi susu gula aren. Perpaduan manis alami gula aren, creamy susu, dan rasa kopi yang tetap kuat membuat minuman ini digemari lintas usia. Selain praktis dan terjangkau, kopi jenis ini juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan, terutama melalui konsep kopi keliling.

Di Pekanbaru, kopi keliling hadir sebagai alternatif coffee shop konvensional dengan konsep fleksibel. Penjual menggunakan gerobak atau sepeda motor untuk menjangkau lokasi strategis seperti kawasan perkantoran, kampus, dan kos-kosan. Harga yang relatif murah membuat kopi keliling cepat diterima konsumen muda, khususnya Gen Z.

Salah satu jenama yang mencuri perhatian adalah Kopi Saka. Dengan harga mulai Rp8.000 per cup, Kopi Saka mampu bersaing dari sisi rasa. Bima (27), salah satu penjual Kopi Saka di Jalan Cut Nyak Dien, mengaku dalam kondisi normal bisa menjual sekitar 150 cup per hari, meski penjualan sangat bergantung pada cuaca.

“Menu paling laris dari awal sampai sekarang itu kopi susu aren. Kalau melihat tren, sepertinya sampai 2026 kopi keliling di Pekanbaru masih akan didominasi kopi aren,” ujar Bima, Sabtu (13/12/2025). Ia menyebut racikan espresso, susu segar, dan gula aren murni menjadi kunci rasa yang seimbang.

Hal senada disampaikan Manajer Operasional Kopi Saka, Della Mustika, yang menegaskan konsistensi rasa dan pelayanan sebagai strategi utama menjaga loyalitas pelanggan. Sementara itu, kopi keliling lain seperti Kopi Ajoe juga ramai peminat, dengan menu favorit kopi susu gula aren dan kopi karamel, menandakan tren kopi manis berbasis susu masih kuat di Pekanbaru.

Komentar