Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafiz menyoroti kemunculan bajaj listrik yang belakangan viral di Kota Pekanbaru. Ia meminta pemerintah memastikan operasional kendaraan tersebut dikaji secara komprehensif agar tidak memunculkan persoalan baru di lapangan.
Zulfan mempertanyakan terlebih dahulu fungsi bajaj listrik itu di Pekanbaru. Ia menyebut kejelasan tujuan penggunaan penting ditetapkan sejak awal, apakah sebagai ikon wisata atau sebagai moda transportasi umum yang melayani mobilitas warga.
“Jadi bajaj ini apa dulu nih. Kalau ini untuk transportasi umum, tentu harus mengikuti aturan. Apakah boleh masuk ke jalan protokol atau hanya untuk jalur lingkungan. Ini berkaitan dengan keselamatan dan aspek lainnya. Dinas terkait harus melakukan kajian mendalam,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).
Meski begitu, Zulfan menilai kehadiran bajaj listrik tetap memiliki potensi positif jika diarahkan sebagai pendukung sektor pariwisata. Ia menilai konsep transportasi berbasis listrik dapat menjadi daya tarik sekaligus mengurangi polusi udara.
Selain fungsi dan penempatannya, ia juga menyoroti aspek kepemilikan serta perizinan. Zulfan menegaskan transportasi tersebut harus memiliki regulasi yang jelas, terutama jika dikelola oleh pihak swasta. “Kalau punya swasta, regulasinya harus jelas. Apakah sudah mengantongi izin atau belum. Kalau belum, berarti masih ilegal dan tidak bisa sembarangan beroperasi,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat tetap memaksimalkan layanan transportasi massal seperti Trans Metro Pekanbaru (TMP). Zulfan mengingatkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan subsidi besar untuk TMP, sehingga masyarakat diharapkan dapat menggunakannya guna mengurangi kemacetan di kota.







Komentar