DPR Ingatkan Ancaman Pergeseran Lahan ke Sawit, Desak Pemerintah Fokus pada Teknologi Hijau

Lingkungan, Nasional116 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini menilai pergeseran prioritas lahan dari sektor industri dan bidang strategis ke perkebunan sawit dapat mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengorbankan kelestarian ekologi serta menghambat peluang pengembangan industri masa depan. “Jika semua lahan diutamakan untuk sawit, Indonesia akan kehilangan ruang vital untuk inovasi industri baru,” ujar Novita di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam tata kelola pembangunan nasional agar ekonomi tetap tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan ruang industri sangat penting untuk memastikan peluang generasi mendatang. “Kita harus seimbang, yakni ekonomi jalan, tetapi lingkungan dan masa depan generasi kita tetap terlindungi,” katanya.

Novita melihat inovasi teknologi hijau sebagai jalur paling rasional bagi Indonesia untuk mencapai ekonomi berdaya saing tinggi. Ia menilai teknologi ramah lingkungan sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan tata ruang, kebutuhan energi, dan tekanan perubahan iklim global.

Ia mendesak industri nasional melakukan lompatan besar menuju teknologi bersih dan kemandirian bahan baku dalam negeri. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada eksploitasi sumber daya alam mentah dan energi fosil. “Industri harus bertransformasi. Kita tidak bisa lagi bergantung pada SDA mentah. Kita harus menciptakan nilai tambah dengan teknologi tinggi dan energi bersih,” tegasnya.

Novita juga menyoroti pentingnya membangun rantai pasok bahan baku domestik dengan standar keberlanjutan yang ketat. Ia menilai tanpa standar tersebut, pengembangan teknologi hijau hanya akan berjalan setengah hati dan industri tetap rentan terhadap ketergantungan impor. “Pemasok bahan baku di dalam negeri harus kita siapkan. Standarnya harus hijau, berkelanjutan, dan tidak mengulang kesalahan masa lalu,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah memastikan strategi nasional memprioritaskan peta jalan yang aman secara bisnis dan ramah lingkungan. Menurutnya, setiap keputusan pengelolaan lahan dan industri akan berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang sehingga harus dirancang dengan penuh kehati-hatian.

Komentar