Pekanbaru (Riaunews.com) – Jumlah kecelakaan pada kelas MotoGP sepanjang musim 2025 mencapai 349 insiden dalam 22 akhir pekan balapan. Meski angka ini mencatatkan rekor baru, tren kecelakaan per pekan justru menurun, dari rata-rata 16,75 kecelakaan pada 2024 menjadi 15,86 pada musim ini. Angka tersebut melanjutkan tren penurunan jangka panjang, mengingat rata-rata kecelakaan pada 2023 mencapai 17,9 insiden per Grand Prix.
Di sisi lain, jumlah pembalap yang mengalami cedera meningkat tajam. Dari 22 pembalap reguler, separuhnya harus menarik diri sedikitnya satu kali sepanjang musim. Bahkan Maverick Vinales, yang sebelumnya tidak pernah absen sejak masuk MotoGP, terpaksa menepi. Sejumlah pembalap juga mengalami cedera berat yang mengganggu jadwal balapan dan memaksa lima tim memanggil pembalap pengganti.
Luca Marini menjadi salah satu nama yang disorot setelah mengalami kecelakaan serius saat mengikuti tes Suzuka 8 Hours, bukan saat balapan MotoGP. Ia sempat menjadi satu-satunya pembalap tanpa kecelakaan di Grand Prix musim ini, sebelum akhirnya crash tiga kali dalam tiga seri terakhir. Beberapa penarikan diri juga bukan disebabkan kecelakaan, seperti Enea Bastianini yang harus absen karena keracunan makanan sebelum GP Jerman.
Johann Zarco tercatat sebagai pembalap dengan jumlah kecelakaan terbanyak di kelas MotoGP musim ini, yakni 28 kali. Angka itu hampir dua kali lipat dibanding musim lalu yang hanya 15 kecelakaan, mengindikasikan besarnya kesulitan yang ia alami meski sempat meraih kemenangan. Di seluruh kategori Kejuaraan Dunia, hanya dua pembalap Moto3—David Almansa (31) dan Cormac Buchanan (35)—yang mencatat jumlah kecelakaan lebih banyak.
Di bawah Zarco, Jack Miller membukukan 25 kecelakaan, disusul Alex Marquez dan Franco Morbidelli yang masing-masing mencatat 23 insiden, serta Joan Mir dengan 22 kecelakaan. Pembalap lainnya konsisten berada di bawah angka 20 kecelakaan sepanjang musim.
Dari sisi pabrikan, Ducati menjadi merek dengan jumlah kecelakaan terbanyak, yaitu 95 insiden. Tingginya angka ini dinilai wajar karena Ducati menurunkan enam pembalap utama serta dua cadangan. Sementara itu, pabrikan lain yang memiliki empat motor permanen beserta satu atau dua pembalap wild-card mencatat jumlah stabil di kisaran 60 kecelakaan, dengan rata-rata hampir merata di angka 0,70 kecelakaan per Grand Prix, berbeda dari musim lalu yang memiliki selisih cukup lebar antar merek.







Komentar