Pekanbaru (Riaunews.com) – Sejumlah harga bahan pokok di Pekanbaru mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini dipicu terganggunya pasokan dari daerah penghasil akibat faktor cuaca dan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Natal dan tahun baru, Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan operasi pasar melalui kegiatan pasar murah di sejumlah lokasi. Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Akan ada operasi pasar nanti melalui Dinas Ketahanan Pangan jelang Natal dan tahun baru,” ujar Markarius, Selasa (2/12). Ia menambahkan, Pemko akan menggelar tiga gelombang gerakan pangan murah sebagai langkah pengendalian harga.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru Iwan Simatupang menyebut cabai merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga cabai merah asal Bukittinggi di pasar tradisional mencapai Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram.
Iwan menjelaskan kenaikan tersebut terjadi sejak beberapa hari terakhir setelah banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat. Namun, ia memastikan lonjakan harga bukan disebabkan gangguan distribusi karena jalur pengiriman dari Bukittinggi ke Pekanbaru masih normal.
“Memang kondisi itu disebabkan karena di daerah asal produksinya tengah terganggu,” kata Iwan. Pemko berharap operasi pasar dapat meredam kenaikan harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok jelang akhir tahun.







Komentar