Pemprov Riau Terima Hasil Survei Pengembangan Ekosistem Industri Ayam Ras

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menerima hasil survei dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian terkait rencana pembangunan ekosistem industri ayam ras untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Survei tersebut menetapkan dua lokasi yang dinilai memenuhi syarat, yaitu di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan lahan milik Pemko Pekanbaru serta lahan PTPN IV di Indragiri Hulu menjadi kandidat utama pembangunan ekosistem industri. Sementara lahan yang diusulkan di Kabupaten Kampar belum memenuhi persyaratan teknis. “Ini baru hasil survei awal, kita masih menunggu kepastian sebelum pembangunan dimulai,” ujar Mimi, Senin (1/12).

Mimi menjelaskan bahwa Riau masuk dalam wilayah pengembangan Tahap I secara nasional. Pemerintah pusat menyiapkan fasilitas pembiayaan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 3 persen untuk mendukung peternak broiler dan layer. Secara nasional, alokasi dana KUR untuk program ini mencapai Rp50 triliun.

Pada ekosistem industri ayam ras yang akan dibangun di Riau, pemerintah merencanakan beberapa unit usaha, antara lain budidaya parent stock, dua unit budidaya layer dan broiler, pembesaran pullet sebanyak lima unit, pabrik pakan satu unit, serta pembangunan RPU dan cold storage sebanyak lima unit. Selain itu juga akan dibangun pabrik pengolahan daging serta pabrik pengolahan telur dengan total anggaran Rp1,304 triliun.

Ia menegaskan program ini tidak dimulai dari nol, melainkan memperkuat usaha peternakan yang sudah ada. Pemerintah memastikan ekosistem baru tidak akan mematikan usaha peternak lokal. Selain itu, dukungan transportasi, pasokan bahan pakan, dan pembiayaan akan dibahas paralel bersama BUMN seperti PTPN IV dan PT Sang Hyang Sri serta melibatkan BUMD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

Secara nasional, pemerintah menargetkan investasi Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi. Program ini menjadi bagian dari hilirisasi pangan guna memastikan ketersediaan daging ayam dan telur di tengah meningkatnya kebutuhan untuk program MBG, yang memerlukan tambahan 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging per tahun.

Komentar