Menhut dan Kapolda Riau Turun ke Agam, Percepat Evakuasi Korban Banjir Bandang

Daerah, Lingkungan287 Dilihat

Agam (Riaunews.com) – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Minggu (30/11/2025). Keduanya bergabung dengan tim gabungan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban di wilayah yang hingga kini masih terisolasi.

Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa ia bersama Polda Sumbar, TNI, dan tim SAR gabungan mengevakuasi dua korban yang ditemukan meninggal dunia. Kedua jenazah langsung dibawa ke lokasi identifikasi. “Di pengungsian, ada warga yang mengaku masih kehilangan satu adik, satu anak, dan keponakannya. Kita fokus percepatan tanggap darurat,” ujarnya di Lubuk Basung.

Sejumlah akses jalan di Agam masih terputus akibat tertimbun material longsor sehingga alat berat dikerahkan ke titik-titik kritis untuk membuka jalur. Raja Juli memastikan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri agar proses evakuasi, penyaluran logistik, serta pemulihan awal berjalan tanpa hambatan. Setelah tahap pencarian selesai, tim psikolog juga akan diterjunkan untuk membantu pemulihan psikososial warga terdampak.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menambahkan bahwa Polda Riau telah melakukan backup penuh ke Sumatera Barat dalam dua hari terakhir, sesuai instruksi Kapolri agar wilayah terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar mendapat bantuan cepat. Sebanyak 290 personel Brimob dan Samapta dengan kemampuan SAR dikerahkan, termasuk dua excavator dan lima truk logistik berisi kebutuhan darurat.

Selain dukungan personel dan peralatan, Polda Riau menyiapkan 34 psikolog dari Biro SDM dan asosiasi psikolog untuk membantu pemulihan mental penyintas bencana. “Ini duka kita bersama. Kita hadir untuk saling menguatkan karena kita adalah saudara,” kata Irjen Herry.

Hingga Minggu siang, akses di Palembayan masih banyak yang tertutup longsor, jembatan rusak, listrik belum normal, dan sebagian warga bertahan di posko pengungsian. Tim gabungan terus melanjutkan pencarian meski cuaca hujan dan jarak pandang terbatas, dengan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.