Pekanbaru (Riaunews.com) – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, tercatat 97 hotspot di Riau pada Sabtu (22/8/2026).
Jumlah tersebut bertambah 48 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 49 hotspot. Kenaikan terutama terjadi di Kabupaten Pelalawan yang menyumbang sebagian besar titik panas di Riau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Anggun R mengatakan dari 97 hotspot yang terdeteksi di Riau, sebanyak 71 titik berada di Kabupaten Pelalawan. “Hotspot lainnya tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak delapan titik, Kampar empat titik, Kota Dumai tiga titik, Indragiri Hulu tiga titik, Rokan Hulu dua titik, Bengkalis dua titik, Kepulauan Meranti dua titik dan Kuantan Singingi satu titik,” ujarnya.
Dengan 71 hotspot, Pelalawan menyumbang sekitar 73 persen dari total titik panas di Riau. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tingginya konsentrasi hotspot berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sumatera Capai 1.104 Hotspot
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 1.104 hotspot di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 528 titik, disusul Bangka Belitung 221 titik, Lampung 98 titik, dan Jambi 83 titik.
Selanjutnya, Kepulauan Riau mencatat 34 hotspot, Bengkulu 16 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara sembilan titik, dan Sumatera Barat lima titik.
Warga Diminta Waspadai Karhutla
Lonjakan hotspot di Riau, khususnya di Pelalawan, perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi indikator meningkatnya potensi karhutla. Kondisi tersebut semakin perlu diwaspadai di wilayah yang memiliki lahan rentan terbakar.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran untuk mempercepat penanganan.
