Disdik Pekanbaru Tegaskan Tidak Toleransi Perundungan Usai Dugaan Kasus Bullying di SDN 108

Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, termasuk perundungan. Penegasan ini disampaikan menyusul mencuatnya dugaan kasus bullying yang diduga dialami seorang murid SDN 108 Pekanbaru. Lingkungan sekolah, kata Disdik, harus menjadi ruang aman bagi seluruh peserta didik.

Plt Kepala Disdik Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan pihaknya melarang semua bentuk kekerasan verbal maupun fisik, baik oleh guru maupun sesama murid. Namun, ia menekankan bahwa proses penyelidikan harus tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. “Kami tidak mentoleransi bentuk kekerasan apa pun. Namun kami tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” ujarnya, Kamis (27/11).

Masykur menyampaikan bahwa saat ini Disdik masih mengumpulkan informasi terkait dugaan bullying tersebut. Menurutnya, Pemko Pekanbaru tidak ingin memberikan kesimpulan tanpa dasar kuat. Di sisi lain, keluarga MA yang diduga menjadi korban telah melaporkan kasus ini ke Polresta Pekanbaru, dan Disdik akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur.

Pemko Pekanbaru disebut langsung bergerak cepat usai kabar meninggalnya MA, murid kelas VI SDN 108. Pada 23 November lalu, Wali Kota Pekanbaru bersama jajaran Disdik mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Peristiwa tersebut disebut sebagai luka mendalam bagi pemerintah kota.

Sebagai tindak lanjut, Disdik telah membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri rangkaian peristiwa yang mungkin berkaitan dengan meninggalnya MA. Tim ini ditugaskan memeriksa informasi yang beredar serta mengkaji apakah ada indikasi kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. “Tim ini bertugas menelusuri rangkaian peristiwa yang mungkin berkaitan dengan meninggalnya MA,” ujar Masykur.

Selain upaya penyelidikan, Pemko Pekanbaru juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Pihak Disdik bersama kepala sekolah, wali kelas, dan guru-guru disebut setiap hari mendatangi rumah duka untuk memberikan dukungan moral. Pemerintah memastikan penyelesaian kasus dilakukan transparan dan berkeadilan.

Komentar