Polisi Selidiki Kasus Tewasnya Siswa SDN 108 Pekanbaru Akibat Bullying

Pekanbaru182 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Polresta Pekanbaru mulai menyelidiki dugaan kasus perundungan (bullying) yang menyebabkan Muhammad Abdul Rohid, siswa kelas IV SDN 108 Pekanbaru, meninggal dunia. Karena melibatkan anak di bawah umur, penyelidikan dilakukan secara khusus dan melibatkan sejumlah pihak berwenang. “Hari ini kita sudah menurunkan tim Unit PPA Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama Korseling serta menggandeng KPAI,” ujar Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra, Senin (24/11/2025).

Abdul Rohid diduga menjadi korban bullying sekaligus penganiayaan oleh teman sekelasnya pada Kamis (20/11/2025) di sekolah yang berlokasi di Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Setelah kejadian, korban mengalami kelumpuhan dan akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di rumahnya di Perumahan Kesadaran Indah, Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

Bery menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan sangat hati-hati dengan mengedepankan prosedur perlindungan anak. Ia memastikan proses berjalan profesional tanpa mengabaikan aspek psikologis anak-anak yang terlibat. “Karena kasus melibatkan anak di bawah umur, penanganannya kita lakukan dengan sangat hati-hati dan sesuai mekanisme khusus,” tegasnya.

Kuasa hukum keluarga korban, Suroto, mengungkapkan bahwa Abdul Rohid sempat lumpuh setelah diduga ditendang di bagian kepala oleh teman sekelasnya ketika kegiatan belajar kelompok berlangsung. Ia menyebut kejadian serupa pernah dialami korban sebelumnya dan melibatkan murid berinisial SM. Pada Oktober 2025, korban disebut kerap di-bully dan pernah dipukul di bagian dada hingga harus dirawat selama sepekan di RS PMC Pekanbaru.

Keluarga berharap penyelidikan bisa mengungkap fakta secara menyeluruh dan memberikan keadilan bagi korban. Sementara itu, pihak kepolisian memastikan perkembangan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik. “Yang jelas, perkembangan penyelidikan akan kita sampaikan segera,” pungkas Bery.

Komentar