Pekanbaru (Riaunews.com) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sempat muncul di beberapa kabupaten/kota di Riau kini dinyatakan berhasil dipadamkan. Titik api juga terpantau nihil berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Damkar Riau. Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengatakan sebelumnya sempat ada laporan Karhutla di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi (Kuansing).
Edy menjelaskan bahwa kejadian Karhutla di dua wilayah tersebut dapat ditangani dengan cepat oleh tim gabungan. Berada di lahan mineral, proses pemadaman api menjadi lebih mudah dan tidak berpotensi merambat ke area lain. Kondisi ini sangat berbeda jika kebakaran terjadi di lahan gambut yang lebih sulit dipadamkan karena bara bisa tersisa di bawah permukaan dalam waktu panjang.
BPBD menyebut peningkatan curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut membantu meredam potensi kebakaran baru. Menurut Edy, hal ini menjadi salah satu faktor pendukung yang membuat Karhutla lebih mudah dikendalikan pada akhir tahun.
Di sisi lain, status siaga darurat Karhutla Provinsi Riau masih tetap diberlakukan hingga 30 November 2025. BPBD berharap kondisi tanpa titik api ini dapat dipertahankan hingga status siaga berakhir. Dengan cuaca yang semakin basah, potensi kebakaran diprediksi semakin menurun.
Edy juga menekankan pentingnya kewaspadaan bersama, terutama dari masyarakat yang berada di wilayah rawan Karhutla. Aktivitas pembakaran lahan untuk membuka kebun, meski kecil, tetap berpotensi memicu kebakaran besar apabila tidak diawasi.
BPBD Riau berkomitmen terus memantau seluruh wilayah melalui patroli darat dan pemantauan udara untuk memastikan tidak ada lagi titik api muncul menjelang akhir masa siaga. Peningkatan kolaborasi antarinstansi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kondisi Riau tetap aman dari bencana Karhutla.







Komentar