Bengkalis (Riaunews.com) – Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera di Provinsi Riau akhirnya menuntaskan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis setelah berlangsung lebih dari sepekan.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan operasi dinyatakan tuntas padam usai proses mopping up dan penilaian akhir dilakukan pada Kamis (9/4/2026).
“Setelah melaksanakan mopping up dan penilaian terakhir, operasi pemadaman karhutla di Bengkalis kami nyatakan tuntas padam,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Fokus Pendinginan dan Mitigasi
Ferdian menjelaskan, titik terakhir yang ditangani berada di Desa Kelemantan Barat. Tim melakukan pendinginan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada potensi api kembali muncul.
Selain itu, tim juga mulai melakukan langkah mitigasi dengan mengerahkan satu unit alat berat untuk membersihkan kanal dan membuat embung sebagai sumber air cadangan.
“Selain mopping up, tim kami juga telah mengarahkan satu alat berat untuk pembersihan kanal dan pembuatan embung sebagai mitigasi,” jelasnya.
Sebelumnya, alat berat tersebut dipindahkan dari Desa Sekodi ke Kelemantan Barat akibat kendala ketersediaan air. Api bahkan sempat mendekati kebun sagu milik warga sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Seluruh Wilayah Terdampak Telah Aman
Ferdian memastikan seluruh wilayah terdampak kini telah bersih dari titik api, mulai dari Desa Sekodi, Palkun, Kembung Luar hingga Kelemantan Barat. Seiring kondisi tersebut, tim Manggala Agni mulai melakukan demobilisasi secara bertahap.
Dalam operasi pemadaman, dukungan udara melalui helikopter water bombing turut membantu percepatan penanganan. Penyiraman dilakukan dua kali pada siang hari dengan dukungan cuaca yang cukup baik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BPBD, TNI, hingga Kepolisian, baik melalui jalur darat maupun udara.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak selama operasi dilaksanakan. Tim Manggala Agni demobilisasi secara bertahap,” ungkapnya.
Meski api telah padam, upaya pencegahan tetap dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca guna membasahi lahan gambut dan mengisi sumber air di wilayah rawan karhutla.
Diketahui, kebakaran melanda satu hamparan di lima desa di Pulau Bengkalis selama lebih dari sepekan dengan luas terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 100 hektare. Dalam operasi tersebut, tiga regu Daerah Operasi (Daops) Siak dikerahkan, ditambah satu regu bantuan kendali operasi (BKO) dari Daops Pekanbaru.







Komentar