Dishub Pekanbaru Evaluasi Dugaan Pengeroyokan Jukir di Swalayan O2 Rumbai

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kasus dugaan pengeroyokan yang dialami koordinator parkir bernama Adit di area parkiran Swalayan O2, Kecamatan Rumbai, pada Senin (17/11/2025), tengah menjadi sorotan publik. Peristiwa ini diduga dipicu persoalan setoran parkir, pemecatan jukir, hingga berujung kekerasan. Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani Polresta Pekanbaru.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru, Sunarko, menyatakan pihaknya sedang mendalami insiden tersebut melalui UPT Parkir. Ia menegaskan evaluasi menyeluruh dilakukan, termasuk kemungkinan peninjauan ulang kerja sama pengelolaan parkir di lokasi tersebut.

Plt Kepala UPT Parkir, Rafit Dwi Febri, menjelaskan bahwa titik parkir Swalayan O2 berada di zona 3 dan selama ini dikelola perorangan. Namun, perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan parkir di lokasi itu ternyata sudah berakhir sejak 2025, sehingga Dishub sedang melakukan pendataan ulang untuk mengambil alih pengelolaan secara resmi.

Menurut Rafit, sementara proses pendataan berlangsung, pengelolaan masih dibiarkan berjalan oleh koordinator lama. Namun ia menegaskan bahwa seluruh PKS yang sudah mati akan segera diambil alih Dishub. Ia juga menilai bahwa konflik hingga dugaan pengeroyokan merupakan persoalan internal antara koordinator dan jukir, bukan ranah UPT Parkir.

Dishub memastikan bahwa ketika pengelolaan resmi diambil alih, pemutusan kerja sama hanya dilakukan terhadap koordinator, sementara jukir masih dapat bekerja asalkan pendapatan parkir disetor langsung ke UPT berdasarkan kondisi riil lapangan. Rafit menambahkan bahwa banyak PKS yang sudah mati dan semuanya akan ditata ulang sesuai kebijakan penataan parkir yang sedang berlangsung.

Dishub Pekanbaru menegaskan komitmennya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan parkir demi menciptakan sistem yang lebih tertib dan transparan.

Komentar