Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkirakan sekitar 50 persen jenis pekerjaan yang ada saat ini akan tergantikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia melalui program skilling, reskilling, dan upskilling agar tetap relevan di era industri 4.0.
“Sepuluh tahun ke depan, mungkin 50 persen pekerjaan saat ini akan tergantikan oleh mesin atau AI. Karena itu, kita harus menjawab tantangan ini dengan serius melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja,” kata Yassierli saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) III Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Tangerang, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, transformasi kompetensi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi erat antara dunia usaha, industri, dan serikat pekerja. Tanpa peningkatan kemampuan, tenaga kerja Indonesia dinilai akan sulit bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.
Untuk mendukung program peningkatan kompetensi nasional, Kementerian Ketenagakerjaan akan memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) dan Balai Vokasi Produktivitas (BVP) sebagai pusat pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Saat ini terdapat 41 BLK di seluruh Indonesia yang menyediakan berbagai pelatihan seperti teknologi informasi, permesinan, barista, hospitality, pengelasan, hingga green jobs.
“BLK harus menjadi rumah bagi semua pekerja untuk belajar dan berkembang. Ini langkah konkret agar kita siap menghadapi perubahan dunia kerja,” ujar Yassierli. Pemerintah menargetkan sedikitnya 500.000 peserta pelatihan mengikuti program tersebut, dan jumlahnya bisa meningkat dengan keterlibatan dunia industri dan lembaga pendidikan vokasi.
Menaker menegaskan, strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan investasi jangka panjang agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta inovasi. “Kita ingin memastikan setiap pekerja Indonesia siap beradaptasi dan tumbuh bersama perubahan zaman,” pungkasnya.







Komentar