Lawan Serangan Siber hingga Teror, PHR dan Aparat Gabungan Solid Amankan Obvitnas Dumai

Dumai, Mitra302 Dilihat

Dumai (Riaunews.com) – Detik-detik mencekam mengusik ketenangan pagi di Pelabuhan 3 PHR Dumai Terminal. Gangguan siber di Marine Office Dumai menjadi awal dari rangkaian simulasi berisiko tinggi yang disusul penampakan pesawat tanpa awak mencurigakan di area loading arm. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, rutinitas pengapalan ke kapal MT Atlas Link berubah menjadi skenario krisis dengan dentuman keras ledakan, kebakaran hebat, dan dua korban luka.

Namun, situasi genting tersebut bukanlah insiden nyata, melainkan bagian dari Latihan Gabungan Keadaan Darurat PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Dumai Terminal 2025, sebuah simulasi komprehensif untuk menguji kemampuan sistem tanggap darurat (SERT) PHR serta koordinasi lintas instansi. Latihan ini digelar untuk memastikan pemenuhan terhadap PP No. 31/2021 Pasal 212.2.a tentang ISPS Code dan Permenhub No. 58/2013 Pasal 19.2 mengenai penanggulangan tumpahan minyak.

Dalam hitungan menit setelah “ledakan”, sistem tanggap darurat internal PHR teraktivasi. Mooring Master selaku On Scene Commander (OSC) menginstruksikan penghentian darurat pengapalan dan evakuasi korban. Tim SERT Dumai yang terdiri dari FERT (Fire Emergency Response Team), Medical Task Force, Source Control, dan Security segera terkonsolidasi di Command Center.

Status keamanan fasilitas pelabuhan juga ditingkatkan dari Security Level 1 menjadi Level 3, sesuai standar ISPS Code. Seluruh prosedur keamanan tingkat tertinggi dijalankan: akses ditutup, personel ditambah, hingga patroli laut dan darat diperketat. Dalam koordinasi cepat dengan Port Security Committee (PSC) dan aparat, tim gabungan dari Polairud, KSKP, dan PAMOBVIT bergerak menindaklanjuti ancaman hingga berhasil “menangkap” tiga tersangka teroris yang disimulasikan.

Latihan berlanjut dengan skenario tumpahan minyak mentah sekitar 1 barel di area pelabuhan. Tim MEP (Marine Environmental Protection) bergerak cepat menanggulangi dengan oil combating equipment, berhasil memulihkan total 2 barel fluida bercampur minyak. Tak berhenti di situ, simulasi juga mencakup krisis sosial berupa aksi protes masyarakat nelayan yang ditangani tim humas sebagai Public Information Officer (PIO) secara persuasif hingga situasi terkendali.

Setelah seluruh tahapan selesai — api padam, korban tertangani, pelaku diamankan, tumpahan minyak dibersihkan, dan aksi masyarakat diredam — PSC menyatakan kondisi kembali normal dan menurunkan status keamanan ke Level 1.

“Saya sangat mengapresiasi latihan penanggulangan keadaan darurat hari ini. Kesiapsiagaan dan koordinasi yang solid menjadi kunci dalam menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Achmad Ubaydillah, Manager Hydrocarbon Transportation Operation & Maintenance PHR.

Latihan Gabungan PHR Dumai Terminal 2025 menegaskan komitmen PHR untuk terus meningkatkan standar keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan operasional sebagai objek vital nasional di sektor energi.

Komentar