Anak-Anak Dengan Gangguan Jiwa Tembus 2 Juta Orang, DPR Desak Pemerintah untuk Perhatikan Layanan Kesahan Mental

Kesehatan, Nasional205 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Selebritas sekaligus anggota DPR RI Arzeti Bilbina menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya jumlah anak di Indonesia yang mengalami gangguan jiwa. Ia menilai persoalan kesehatan mental anak sudah masuk tahap serius dan harus segera ditangani oleh pemerintah.

“Dari data, ada sekitar dua juta anak di Indonesia yang mengalami gangguan kejiwaan dan kesehatan mentalnya terganggu. Ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah,” tulis Arzeti di akun Instagram pribadinya, @Arzetibi, Kamis (6/11/2025).

Anggota Komisi IX DPR RI itu menegaskan perlunya kolaborasi lintas kementerian dan sektor agar penanganan kesehatan mental anak dapat berjalan efektif. Ia menyebut pemerintah harus menjadi pionir dalam membangun sistem perlindungan jiwa anak dengan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Kami juga mendorong agar edukasi kesehatan mental dimasukkan dalam kurikulum sekolah, serta meningkatkan sosialisasi mengenai tanda-tanda gangguan jiwa untuk deteksi dini,” tegasnya.

Arzeti berharap masyarakat turut berperan aktif dalam mengurangi angka gangguan mental anak, yang berpotensi memicu depresi berat hingga tindakan bunuh diri. “Kita tidak ingin berbagai gangguan mental pada anak akan merusak masa depan generasi muda bangsa. Maka itu, kepedulian masyarakat sangat diperlukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan sekitar 20 juta warga Indonesia mengalami gangguan kejiwaan, dan dua juta di antaranya merupakan anak-anak, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan jiwa rutin Kementerian Kesehatan.

Komentar