Kasus DBD di Pekanbaru Capai 675, DPRD Ingatkan Puskesmas Lebih Proaktif

Kesehatan, Pekanbaru265 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 675 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi sejak Januari hingga September 2025. Angka ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Pekanbaru yang meminta seluruh Puskesmas untuk lebih aktif dalam langkah pencegahan dan penanganan penyakit tersebut.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin, mengingatkan agar Puskesmas memanfaatkan Dana Operasional Kesehatan (DOK) secara maksimal untuk kegiatan pencegahan dan pengendalian DBD di wilayah kerja masing-masing. “Puskesmas punya dana operasional dari Kementerian, jadi harus dimanfaatkan betul untuk kegiatan pencegahan dan penanganan DBD,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Menurut Tekad, DBD merupakan penyakit yang berpotensi fatal, terutama bagi anak-anak. Karena itu, ia meminta Puskesmas aktif berkoordinasi dengan penyuluh kesehatan, RT/RW, dan lurah setempat dalam menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masyarakat. “Kalau sudah ada yang terpapar dan masuk kategori merah, maka sesuai standar harus dilakukan fogging,” tegasnya.

Politisi PDIP itu juga mengingatkan masyarakat agar menjaga pola hidup bersih dan sehat, terutama di tengah kondisi cuaca pancaroba yang mendukung perkembangan nyamuk Aedes aegypti. Ia mendorong warga untuk rutin membersihkan lingkungan dan memastikan tidak ada wadah air tergenang.

“Kepada masyarakat, kami imbau untuk menjaga kebersihan, memberi anak-anak asupan gizi seimbang, serta rutin berolahraga agar daya tahan tubuh tetap kuat,” pungkas Tekad.

Komentar