Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 18 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Riau berdasarkan pantauan sensor modis pada Jumat (31/10/2025) malam.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, mengatakan titik panas tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah bagian selatan dan tengah Riau. “Sebagian besar hotspot terpantau di wilayah bagian selatan dan tengah Riau,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Rinciannya, Kuantan Singingi terpantau 6 titik panas, Pelalawan 5 titik, Rokan Hilir 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, serta masing-masing 1 titik di Kota Dumai dan Kepulauan Meranti. Sementara itu, di seluruh Pulau Sumatera terdapat 487 titik panas, dengan sebaran tertinggi di Sumatera Selatan (117 titik), Sumatera Utara (111 titik), dan Bengkulu (66 titik).
BMKG mengingatkan bahwa kemunculan hotspot perlu diwaspadai karena potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih ada di tengah kondisi udara panas dan kering. Namun, Gita menegaskan bahwa tidak semua hotspot mengindikasikan kebakaran, sebab sebagian bisa disebabkan oleh aktivitas manusia atau permukaan tanah yang panas.
“BMKG terus memantau perkembangan hotspot setiap harinya melalui situs resmi dan Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru,” tambahnya.







Komentar