Jakarta (RIaunews.com) – Pemerhati pendidikan menilai literasi keuangan di sekolah perlu diperkuat guna mencegah maraknya kasus judi online dan pinjaman online (pinjol) yang menjerat pelajar. Fenomena ini dianggap sebagai dampak dari lemahnya pemahaman siswa terhadap penggunaan keuangan dan teknologi digital secara bijak.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mengatakan literasi keuangan dan digital harus menjadi prioritas pembelajaran di sekolah. “Begitu juga dengan literasi digital, bagaimana menggunakan smartphone. Karena pinjol dan judol itu tidak perlu dicari, tapi muncul sendiri di browser,” ujar Ubaid saat berbincang dengan Pro3 RRI, Kamis (30/10/2025).
Ia menegaskan, pengawasan tidak cukup dilakukan oleh sekolah dan orang tua saja, tetapi juga perlu dukungan dari aparat penegak hukum untuk menindak tegas situs judi online. “Aparat juga harus aktif memberantas situs-situs judi online agar anak-anak tidak mudah mengakses atau melihat iklan yang mengarah ke sana,” tambahnya.
Ubaid menilai, sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan aparat hukum sangat penting agar anak-anak terlindungi dari paparan konten negatif di internet. “Sekolah dan orang tua harus gencar melakukan pendidikan dan pengawasan. Begitu juga aparat, agar tidak ada lagi situs judol atau pinjol yang mudah diakses,” tegasnya.
Kasus terbaru yang menjadi sorotan terjadi di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, di mana seorang siswa SMP kecanduan judi online hingga terlilit utang pinjol. Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto, menjelaskan kasus itu terungkap setelah siswa tersebut lama tidak masuk sekolah. “Awalnya dari game online, tapi kemudian ada unsur judinya, sehingga terjebak sampai ke pinjol,” ujarnya.
Siswa tersebut diketahui berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal bersama ibu serta adiknya, sementara sang ayah bekerja di Kalimantan. Kasus ini menjadi peringatan bagi dunia pendidikan akan pentingnya literasi keuangan dan digital bagi generasi muda di era serbadigital.







Komentar