Pakar ITB: Gunakan BBM Sesuai Kompresi Mesin, Salah Pilih Bisa Merusak Piston

Otomatif277 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan pentingnya memilih bahan bakar minyak (BBM) yang sesuai dengan spesifikasi teknis mesin kendaraan. Menurutnya, penggunaan BBM dengan angka oktan (RON) yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin bisa menurunkan performa bahkan merusak komponen mesin.

“Setiap mesin memiliki karakteristik teknis tersendiri, terutama rasio kompresi, yang menentukan kebutuhan BBM-nya,” ujar Yannes saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat (31/10/2025). Ia menambahkan, mesin modern berkompresi tinggi memerlukan BBM beroktan tinggi agar tahan terhadap pembakaran dini akibat tekanan kuat di ruang silinder.

Jika BBM yang digunakan memiliki oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan, maka bisa timbul gejala knocking atau “ngelitik”, yaitu pembakaran bahan bakar yang terjadi terlalu cepat akibat tekanan tinggi. “Kalau terus dipaksakan, pukulan konstan akibat ledakan prematur ini bisa membuat piston retak bahkan bolong,” jelas Yannes.

Sebaliknya, penggunaan BBM beroktan terlalu tinggi pada mesin berkompresi rendah juga tidak disarankan. BBM dengan oktan tinggi lebih sulit terbakar, sehingga pembakaran bisa tidak tuntas pada mesin lama. “Akibatnya boros, tenaga berkurang, dan bisa meninggalkan kerak karbon di ruang bakar,” katanya.

Yannes menegaskan, kesesuaian jenis BBM dengan karakteristik mesin merupakan kunci untuk mencapai pembakaran sempurna, tenaga optimal, efisiensi bahan bakar, dan keawetan mesin. “Memakai bensin beroktan tinggi pada mesin yang tidak membutuhkannya hanya membuat kita membayar lebih mahal tanpa keuntungan apa pun,” ujarnya menutup.

Komentar