Pakar ITB Ingatkan Pemilik Kendaraan Siapkan Mobil dan Motor Sebelum Ditinggal Mudik

Otomatif191 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pemilik kendaraan untuk tidak sekadar memarkir dan mengunci mobil atau sepeda motor saat mudik. Ia menegaskan, kendaraan yang ditinggalkan tanpa persiapan berisiko mengalami gangguan teknis.

Yannes menjelaskan, salah satu risiko utama adalah aki soak. Meski mesin dalam kondisi mati, komponen seperti alarm, ECU, dan sistem keyless tetap menarik arus listrik dalam jumlah kecil. Jika kondisi aki sudah lemah, kendaraan berpotensi tidak dapat dinyalakan saat pemilik kembali dari mudik.

Selain itu, ia menyoroti kondisi tangki bahan bakar yang terlalu kosong. Menurutnya, ruang udara dalam tangki dapat memicu kondensasi yang menghasilkan tetesan air dan mencemari bahan bakar, bahkan berpotensi menimbulkan korosi pada sistem bahan bakar. Ia menyarankan tangki diisi minimal tiga perempat sebelum kendaraan ditinggalkan.

Risiko lain yang perlu diantisipasi adalah perubahan bentuk ban atau flat spot akibat tekanan angin yang tidak sesuai. Karena itu, tekanan ban sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan dan kendaraan diparkir di permukaan yang rata.

Yannes juga mengingatkan pemilik kendaraan untuk membersihkan kabin dari sisa makanan atau benda organik guna mencegah munculnya tikus dan jamur. Selain itu, bodi dan kolong kendaraan disarankan dicuci dan dikeringkan agar kelembapan tidak memicu karat.

Ia menambahkan, setelah kembali dari mudik, pemilik kendaraan tidak disarankan langsung menggunakannya. Pemeriksaan awal seperti mengecek kebocoran cairan, kondisi ban, ruang mesin, serta fungsi rem perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan performa kendaraan tetap optimal.

Komentar