Tembilahan (Riaunews.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) memastikan akan membangun kembali Pasar Terapung Tembilahan yang baru-baru ini terbakar. Sebanyak 313 kios pedagang yang ludes dalam kebakaran tersebut dijanjikan akan direvitalisasi pada tahun 2026 mendatang.
Hal itu disampaikan Bupati Inhil Herman saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Yos Sudarso, Tembilahan, Ahad (12/10/2025) petang. “Dari hasil pendataan awal ada sekitar 313 lapak yang terbakar. Namun data ini masih kita verifikasi karena bisa saja satu orang memiliki lebih dari satu lapak,” ujarnya.
Herman menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan kepolisian sudah rampung sehingga proses penataan pasar dapat segera dimulai. “Alhamdulillah pemeriksaan forensik sudah selesai, jadi tidak ada halangan lagi. Kami akan segera merapikan area ini agar masyarakat yang berjualan bisa kembali beraktivitas,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali pasar akan menjadi prioritas utama tahun 2026, meskipun kondisi keuangan daerah saat ini masih terbatas. “Tahun 2026 pasar ini harus dibangun. Tidak ada alasan untuk menunda, walaupun kondisi keuangan seperti sekarang. Ini akan menjadi prioritas kita,” tegasnya.
Pemkab Inhil juga berkomitmen untuk melakukan penataan kawasan pasar yang lebih tertib dan berpihak kepada pedagang kecil, agar aktivitas perdagangan bisa segera pulih dan perekonomian masyarakat kembali bergerak.
Dalam kunjungannya, Bupati Herman turut berbincang dengan para pedagang korban kebakaran, menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberi dukungan agar mereka tetap tabah. “Kami akan berupaya sekuat tenaga agar pasar ini bisa segera hidup kembali,” ucapnya.







Komentar