Rakit Penyeberangan di Sungai Rokan Tenggelam Akibat Kelebihan Muatan

Rokanhulu, Utama204 Dilihat

Rokan Hulu (Riaunews.com) – Sebuah rakit penyeberangan yang membawa puluhan penumpang dan sepeda motor tenggelam di Sungai Rokan, Desa Sukadamai, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Minggu (5/10/2025) pagi. Insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WIB ketika rakit hampir mencapai tepi sungai.

Beruntung, reaksi cepat para pekerja dan posisi rakit yang sudah dekat ke tepian membuat seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa. Kapolsek Ujung Batu, Kompol Jusup Purba, memimpin langsung pemeriksaan setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 11.00 WIB.

“Tim langsung kami turunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memastikan kondisi di lapangan,” kata Jusup. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, rakit tersebut membawa muatan melebihi kapasitas aman. Dari keterangan pekerja berinisial P, batas maksimal rakit hanya 10 orang penumpang dan 7 unit sepeda motor. Namun, saat kejadian, rakit mengangkut 18 penumpang dan 9 motor.

Rakit yang dioperasikan oleh lima pekerja itu tenggelam hanya satu meter dari tepi sungai setelah kemasukan air. Para pekerja bertindak cepat dengan mengevakuasi seluruh penumpang dan kendaraan sebelum rakit benar-benar karam ke dasar sungai sedalam sekitar satu meter. “Begitu air masuk, kami langsung turunkan semua penumpang dan kendaraan. Tidak ada korban dalam peristiwa ini,” ujar Jusup.

Polsek Ujung Batu telah mengamankan lokasi kejadian, memeriksa dua saksi mata berinisial MT (20) dan R (20), serta membawa pemilik dan lima pekerja rakit ke Mapolsek untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi mendalami apakah ada unsur kelalaian pengelola rakit yang menyebabkan pelanggaran batas muatan di lintasan tersebut.

“Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh operator rakit di Sungai Rokan agar tidak mengabaikan batas kapasitas dan standar keselamatan,” tegas Jusup. Ia menekankan, meskipun kali ini tidak ada korban, praktik kelebihan muatan tetap berisiko tinggi dan tidak dapat ditoleransi di jalur penyeberangan rakyat.

Komentar