Pekanbaru (Riaunews.com) – Koperasi Konsumen Pedagang Bundaran Keris Kota Pekanbaru menggelar rapat koordinasi untuk membahas kejelasan retribusi usaha, status keanggotaan, hingga pengelolaan dana yang sudah disetorkan ke Pemerintah Kota. Rapat berlangsung di Gedung Menara Bank Riau Syariah, Selasa (30/9/2025), dipimpin langsung Ketua Koperasi Peri Aprianto dan dihadiri puluhan pedagang anggota.
Dalam forum tersebut, pedagang menyoroti pentingnya administrasi yang jelas sekaligus menyusun rencana pengembangan jangka panjang agar usaha di kawasan Bundaran Keris tetap berkelanjutan. “Kami sudah membayar retribusi tepat waktu sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan kota. Saat ini kami masih menunggu jawaban atas permohonan keringanan yang diajukan ke Wali Kota. Kami berharap perbaikan bisa segera dilanjutkan,” ujar Peri.
Peri juga menegaskan sikap koperasi yang menolak segala bentuk gangguan lapangan. Ia menyebut praktik premanisme merugikan pedagang kecil dan bertentangan dengan semangat pemberdayaan UMKM. “Pedagang wajib patuh membayar retribusi karena itu bagian dari aturan. Dukungan UMKM harus datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah,” tegasnya.
Selain membahas retribusi, rapat juga menyinggung strategi melawan berita bohong yang merugikan citra pedagang. “Kami akan mematahkan hoaks dengan data dan fakta agar nama baik pedagang Bundaran Keris tetap terjaga,” jelasnya.
Koperasi pun menyiapkan sejumlah program jangka pendek, termasuk perbaikan akses jalan menuju area dagang. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan pembeli sekaligus memperkuat daya tarik lokasi tersebut.
Ke depan, pedagang juga berencana berkolaborasi dengan Pemerintah Kota untuk menggelar event bersama. “Kami ingin Bundaran Keris menjadi pusat aktivitas yang aman sekaligus etalase produk lokal Pekanbaru,” tutup Peri.







Komentar