Siak (Riaunews.com) – Rencana penyaluran bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa TK, SD, dan SMP di Kabupaten Siak belum bisa direalisasikan tahun ini. Program tersebut ditunda karena kondisi keuangan daerah masih defisit dan harus memprioritaskan tunda bayar kegiatan tahun anggaran 2024.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan itu, namun berkomitmen tetap merealisasikan program sebelum tahun ajaran baru. “Kalau tidak tahun ini berarti tahun depan. RPJMD-nya sedang kami gesa, jadi kami mohon maaf kepada masyarakat,” ujar Afni usai rapat paripurna pengesahan APBD Perubahan 2025 di DPRD Siak, Senin (29/9/2025).
Pada APBD Perubahan 2025, Pemkab Siak hanya bisa mengalokasikan Rp1,3 miliar untuk pengadaan seragam bagi 2.162 siswa penerima Program Keluarga Harapan (PKH), masing-masing dua pasang seragam. Sementara usulan tambahan anggaran sebesar Rp7,2 miliar untuk memperluas cakupan bantuan tidak disetujui DPRD.
“Tadi sama-sama kita dengar, saya tidak bisa komentar. Kami hargai semua prosesnya,” kata Afni setelah rapat paripurna.
Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Siak, Marudut Pakpahan, menjelaskan penolakan usulan tambahan anggaran bukan karena intrik politik, tetapi karena belum adanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dari kepala daerah terpilih. “Jadi yang Rp1,3 miliar saja yang disetujui, belum ada RPJMD-nya. Ini bukan intrik politik, karena lembaga ini juga penyelenggara pemerintahan,” ujarnya.
Selain itu, kemampuan fiskal daerah yang sangat terbatas menjadi alasan utama penolakan. Banggar menekankan APBD Perubahan harus dijalankan sesuai prioritas dan plafon anggaran secara efektif dan efisien. “Hasil diskusi dengan Dirjen Keuangan Kemendagri menegaskan bahwa visi misi kepala daerah belum bisa diakomodir di APBD Perubahan,” tutup Marudut.






Komentar