Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hingga saat ini, mayoritas BUMD dinilai belum stabil dan belum mampu menyumbang keuntungan untuk pendapatan daerah.
Asisten II Setdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, menyebut ada tiga BUMD yang menjadi fokus evaluasi, yakni Perumda Tirta Siak, PT BPR Madani (Perseroda), dan PT SPP. Ketiganya, menurut dia, memiliki catatan khusus dengan kondisi yang berbeda-beda.
“Kita tetap melakukan evaluasi terhadap seluruh BUMD, baik kinerja pengurus maupun BUMD itu sendiri. Evaluasi ini bukan hanya penilaian, tapi juga masukan untuk kebijakan selanjutnya,” ujar Ingot, Kamis (25/9/2025).
Ia mencontohkan, PT BPR Madani secara operasional sebenarnya sudah mencatatkan keuntungan dalam dua tahun terakhir. Namun, keuntungan tersebut belum bisa dibagikan sebagai dividen karena masih digunakan sebagai tambahan modal guna memenuhi rasio kecukupan modal.
Sementara itu, PT SPP disebut sedang dalam proses restrukturisasi. Perusahaan yang sebelumnya mengelola bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) kini harus merancang ulang sektor usaha baru setelah pengelolaan TMP dialihkan ke BLUD. Opsi usaha yang tengah dikaji meliputi pengelolaan jaringan gas, distribusi pangan, hingga Kawasan Industri Tenayan (KIT).
Satu BUMD lainnya, Perumda Tirta Siak, hingga kini masih berstatus perusahaan sakit. Pemko menegaskan evaluasi menyeluruh akan menjadi dasar untuk menentukan langkah pembenahan agar BUMD dapat kembali sehat dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.







Komentar