Jakarta (Riaunews.com) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan aparat penegak hukum harus bertindak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam menangani kericuhan unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan pimpinan media di Hambalang, akhir pekan ini.
Prabowo menekankan pentingnya sikap proporsional dari petugas di lapangan. Menurutnya, setiap tindakan aparat harus terukur agar tidak menimbulkan masalah baru. “Saya kira itu keharusan, bahwa semua petugas harus bertindak proporsional,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, pemerintah telah menunjukkan keseriusan dalam menindak aparat yang terbukti melanggar aturan. Beberapa oknum, kata Prabowo, telah diberikan sanksi tegas, mulai dari investigasi hingga pemberhentian. “Dan kalau tidak bertindak proporsional, petugas juga harus bertanggung jawab. Kita sudah buktikan,” ungkapnya.
Prabowo menyebut prinsip proporsionalitas penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Ia menegaskan, pelanggaran tidak boleh dibiarkan, melainkan harus diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa aparat menghadapi situasi sulit, terutama ketika berhadapan dengan aksi anarkis dan pembakaran. Ia mencontohkan kericuhan di Makassar yang menyebabkan empat aparatur sipil negara (ASN) meninggal dunia akibat kebakaran.
Prabowo juga menyoroti aksi pembakaran gedung DPRD Makassar dan sejumlah kericuhan lain yang menelan korban jiwa. “Totalnya sepuluh ya? Iya, saya tahu. Tapi kan dia korban. Mereka mati dalam keadaan… jadi siapa yang menimbulkan kerusuhan ini yang harusnya bertanggung jawab?” tegas Prabowo.







Komentar