Kemensos: Program Sekolah Rakyat Mulai Berdampak Positif

Nasional, Pendidikan488 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan Program Sekolah Rakyat mulai memberikan dampak positif bagi siswa maupun keluarga setelah tiga bulan berjalan. Evaluasi awal menunjukkan adanya manfaat di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Secara umum sekolah berjalan baik dan sudah mulai memberi dampak yang dirasakan oleh siswa dan keluarganya,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Ia mengakui tantangan terbesar terjadi pada tahap awal pembelajaran, namun kini kondisi Sekolah Rakyat semakin stabil.

Setiap siswa dan guru, kata Mensos, memiliki rekam medis untuk mendukung pendidikan berbasis kesehatan. Kemensos menemukan sejumlah masalah kesehatan seperti anemia dan gangguan gigi yang dapat segera ditangani. Orang tua siswa juga memperoleh layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari program pemerintah pusat.

Selain itu, Program Sekolah Rakyat ikut mendorong perekonomian domestik. Produksi seragam melibatkan pelaku UMKM, sementara penyediaan makanan sehat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menyerap tenaga kerja. “Pada saatnya nanti akan banyak sekali manfaatnya dari program yang tujuannya mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan ini,” ujar Saifullah Yusuf.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberi akses pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin. Program ini juga memadukan berbagai layanan lain, seperti CKG, MBG, jaminan kesehatan, Koperasi Desa Merah Putih, dan Program Tiga Juta Rumah.

Hingga kini, terdapat 100 Sekolah Rakyat yang beroperasi di berbagai daerah. Kemensos menargetkan pada tahun ajaran 2025/2026 jumlahnya bertambah menjadi 165 sekolah dengan kapasitas 15.895 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik. Kemensos juga menyiapkan kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung penyediaan makanan sehat di sekolah-sekolah tersebut.

Komentar